PUISI 1
JUDUL : RESAH MEREBAK JIWA
Pagi haripun membuka lembayung cerah indahnya sang awan
Kenikmatan udara dihirup dalam-dalam sampai dangkal oleh muka tampan
Semut-semut berjajaran di papan pertemuan
Hingga si tampan mencari dengan perasaan berharap
Jiwa yang resah dipendamnya dalam namun tak tertekan lagi
Siang pun menjemput tuk gantikan masa yang berlalu
Semut pun menghampirinya dengan beberapa bisikan halusnya
Tampan pun berharap bisikan itu mewarnai indahnya hidupnya
Namun tak sampai hati, akan membawa mati
Akal sembuhnya terperangkap dalam lambaian gelapnya asmara
. Dia ingin buang jauh bisikan noda ini
Dan kuatkan hati menerima kenyataan walaupun terasa berat
Muka tampan pun terbangkan dirinya di atas daratan
Menjauh dari tempat pertemuan
Menghilang dari keramaian sang asmara cinta
Meneguk secangkir air dari surga
‘Tuk menajamkan pandangannya sampai ke labuhan cinta
Dirinya tak menyangka saat bisikan itu sampai ke inderanya
Hatinya terluka olehnya dan tak tau akan berbuat apalagi
Muka tampan pun hanya bisa ikuti arah angin cinta sampai mana dia akan berlabuh
By : Tresna Maulana Fahrudin (X-1/34)
PUISI 2
JUDUL : HARAPAN CERAH
Angan-angan si Jabrik pun tegak dan gagah di pucuk sang gunung
Tak hiraukan bisikan dan hancurkan keresahan
Si gagah itu pun ingin semuanya berjalan mulus tak sesalkan
Genggaman tangan, dia angkat setinggi-tingginya
Sebagai tanda kilaunya impiannya
Dia tahu semuanya kan menguras habis tubuhnya
Namun kalbunya berkata ‘tuk perjuangkan panasnya panah asmara itu
Bintang-bintang bertebaran di angkasa
Berkilauan memanah jiwa
Jabrik merenungkan keadaan dirinya ini
Mengiba dan mengharap agar dirinya tak tersakiti lagi
Berkatalah si Jabrik ‘Wahai bulan mengapa diriku ini?’
Hanya karena cinta
Tubuhnya terkikis olehnya
Pikirannya terjaring olehnya
Dia tadahkan tangannya ke atas
Dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Pemurah
‘Tuk membantu menyelesaikan resah dan gelisahnya
By : Tresna Maulana Fahrudin (X-1/34)
Puisi ini telah di pustaka-kan.
silahkan dicopy , jangan lupa dicantumkan sumber nya ya:)
trims..
copyright tresna maulana f