Penjaskes

Bab

Renang(1)

PERATURAN PERLOMBAAN RENANG

 

RENANG (swimming)

1. MANAGEMENT SUATU PERLOMBAAN

(Management of Competitions)

 

1.1              Panitia penyelenggara yang telah ditetapkan oleh badan pengurus (PBPRSI) sebaiknya mempunyai kewenang , dan menyerahkan kepada referee,juri, atau petugas lainnya untuk mengatasi semua persoalan yang tidak tercantum oleh peraturan. Dan memiliki kekuatan untuk menunda perlombaan dan memberikan pengarahan sesuai dengan aturan yang telah diadopsi untuk mengatur perlombaan ini.

1.2              Pada Olympic Games dan Kejuaraan Dunia pengurus FINA sebaiknya menetapkan minimal sejumlah petugas untuk mengatur suatu pertandingan.

1.2.1

– Referee         (1 orang)

– Pengawas diruang control    (1 orang)

– Juri Gaya       (4 orang)

– Starter           (2 orang )

– Ketua Pengawas Pembalikan (2 orang, 1 pada tiap akhir kolam)

– Pengawas Pembalikan (1orang, tiap akhir lintasan)

– Ketua Pencatat Waktu (1 orang)

– Pengatur Peserta (2 orang)

– Personel start Salah (1 orang)

– Pembawa Acara (1 orang)

 

1

1.2.2    Untuk semua kompetisi Internasional, Badan Pengurus dapat menetapkan sejumlah petugas yang sama atau sedikit lebih besar. Dimana hal itu disetujui oleh badan Regional atau Internasional yang berwenang

1.2.3    Dimana peralatan perjurian otomatis tidak digunakan, maka itu peralatan tersebut digantikan oleh ketua pencatat waktu, dan tiga (3) pencatat waktu per lintasan dan dua (2) pencatat waktu tambahan.

 

1.2.4    Seorang Ketua juri kedatangan (finish) dan Juri kedatangan dibutuhkan bila peralatan perjurian otomatis tidak digunakan atau pencatat waktu digital 3 perlintasan tidak digunakan.

1.3    Kolam renang dan kelengkapan teknik untuk Olympic Games dan Kejuaraan Dunia harus diperiksa dan disetujui oleh delegasi teknik dan komite teknik renang, bahwa perlombaan dapat dilangsungkan dikolam itu.

1.4    Dimana camera dibawah air digunakan untuk Televisi, peralatan itu harus dioperasikan dengan menggunakan remote control, dan tidak boleh mengganggu penglihatan dan pola perenang, dan tidak merubah konfigurasi kolam renang atau membuat tanda menjadi tidak jelas.

 

2. PERATURAN DALAM MACAM-MACAM  PERLOMBAAN RENANG :

2.1.   GAYA BEBAS  (Free Style)

2.1.1   Yang dimaksud Gaya Bebas dalam sebuah lomba telah ditentukan, perenang dapat berenang dengan gaya apa saja. Kecuali dalam Gaya Ganti perorangan atau estafet Gaya Ganti, Yang dimaksud Gaya Bebas, suatu gaya lain (bukan) gaya Punggung, gaya Dada atau gaya Kupu .

 

                      2

 2.1.2   Setiap Finish atau tiap menyelesaikan jarak, bagian dari tubuh perenang harus menyentuh dinding.

2.1.3    Bagian dari tubuh perenang harus memecah permukaan air sepanjang dia berlomba, pengecualian ini boleh dilakukan bagi perenang untuk menyelam sepenuhnya yaitu  selagi melakukan pembalikan, untuk jarak tidak lebih dari lima belas (15) meter setelah start dan tiap pembalikan. Pada titik itu kepala harus memecahkan permukaan air.

 

2. 2 GAYA PUNGGUNG (Back Stroke)

2.2.1    Menjelang tanda start, Perenang harus diatas garis permukaan air menghadap kesisi tempat start, dengan kedua tangan memegang Grip, berdiri diatas atau didalam parit (Gutter) atau menekuk jari diatas bibir parit tidak dibolehkan.

2.2.2    Pada tanda untuk start dan setelah pembalikan perenang harus melakukan tolakan  dan berenang dengan punggungnya sepanjang lomba, kecuali saat melakukan pembalikan seperti yang diatur dalam SW.6.4 . Posisi normal pada punggung dapat meliputi satu gerakan badan berputar keatas, tetapi tidak mencapai 90 derajat dari bidang horizontal, posisi kepala tidak dikaitkan.

2.2.3    Sebagian dari tubuh perenang harus memecah permukaan air sepanjang lomba. Di izinkan bagi perenang untuk menyelam sepenuhnya selama pembalikan, pada saat finish atau untuk satu jarak yang tidak lebih dari 15 meter setelah start dan setiap setelah pembalikan. Pada titik itu kepala harus memecahkan permukaan air.

2.2.4    Bila melakukan pembalikan perenang harus menyentuh dinding dengan sebagian dari tubuhnya. Dalam pembalikan bahu boleh berputar lebih dari vertical sampai dadanya menghadap keair, setelah itu satu tarikan tangan langsung atau tarikan dua tangan bersamaan dapat dilakukan untuk memulai pembalikan. Perenang harus kembali keposisi pada punggung selagi dia meninggalkan dinding.

 

3

2.2.5    Dalam finish, perenang harus menyentuh dinding pada posisi terlentang (pada punggung).

 

2.3  GAYA DADA (Breast Stroke)

2.3.1    Dari awal melakukan tarikan tangan pertama setelah start dan setiap pembalikan, badan harus tetap telungkup (dada menghadap air). Berputar menjadi terlentang (punggung menghadap air) sekali waktupun tidak dibolehkan. Sepanjang lomba satu siklus harus satu tarikan tangan dan satu tendangan kaki itu harus dilakukan.

2.3.2    Semua gerakan tangan harus bersamaan dan dalam bidang horizontal, tanpa melakukan gerakan bergantian.

2.3.3    Tangan harus di dorong dari dada kedepan bersamaan, diatas, didalam dan melampaui permukaan air. Siku harus berada dibawah permukaan air, kecuali pada stroke terakhir sebelum pembalikan, selama pembalikan dan stroke terakhir dalam finish. Kedua tangan dibawa kebelakang, dipermukaan air atau dibawah permukaan air. Tangan tidak boleh ditarik kebelakang melapaui garis paha, kecuali pada tarikan pertama setelah start dan pembalikan.

2.3.4    Setiap siklus lengkap, sebagian dari kepala perenang harus memecah permukaan air. Setelah start dan setiap pembalikan, perenang boleh melakukan sekali tarikan tangan penuh kebelakang kearah kaki. Kepala harus memecah permukaan air pada tarikan tangan kedua, sebelum tangan ditarik kedalam dari bidang yang terlebar. Sekali tendangan dolphin kebawah dilajutkan dengan tendangan kaki gaya dada itu dibolehkan mana kala seluruhnya dibawah permukaan air. Berikutnya seluruh gerakan kaki harus bersamaan (simultan) dan dalam bidang horizontal yang sama tanpa gerakan bergantian.

2.3.5      Kedua kaki harus diputar keluar selagi melakukan tendangan untuk mendapatkan daya dorong. Satu gerakan menggunting, Flutter atau Tendangan

 

                     4

dolphin kebawah itu tidak dibolehkan. Kecuali seperti dalam SW.7.4. Memecahkan permukaan air dengan menggunakan kaki itu boleh kecuali di ikuti dengan tendangan dolphin kebawah.

2.3.6  Pada tiap pembalikan dan pada finish, Sentuhan kedinding harus dilakukan dengan kedua tangan bersamaan (simultan), diatas atau dibawah permukaan air, kepala boleh tenggelam setelah tarikan tangan terakhir menjelang menyentuh dinding. Sebelumnya menyentuh dinding, selagi melakukan tarikan tangan satu siklus lengkap atau tidak lengkap, kepala pada satu titik harus memecahkan permukaan air.

 

 

2.4. GAYA KUPU (Butterfly Stroke)

 

2.4.1    Sejak awal dari tarikan tangan pertama setelah start dan tiap pembalikan tubuh harus tetap telungkup (dada menghadap air). Tendangan kaki menyamping dibawah permukaan air dibolehkan. Sekali waktu pun tidak boleh berputar terlentang (punggung menghadap air).

 

2.4.2    Kedua lengan harus dibawa kedepan bersamaan diatas permukaan air dan ditarik kebelakang bersamaan (simultan) selama lomba. Soal ini akan dijelaskan pada  2.4.5

2.4.3    Selurh gerakan kaki keatas dan kebawah harus simultan, tungkai atau kaki tidak perlu pada level yang sama, tetapi tidak boleh bergantian antara satu dan lainnya. Gerakan tendangan kaki gaya dada tidak di bolehkan.

2.4.4.   Pada tiap pembalikan dan finish, sentuhan kedinding harus dilakukan dengan kedua tangan simultan, diatas atau di bawah permukaan air.

 

5

2.4.5    Pada start dan pada pembalikan, seorang perenang di bolehkan melukan tendangan sekali atau lebih dan satu tarikan tangan dibawah air, yang mana itu membawanya keperkaan air. Untuk perenang dibolehkan menyelem sepenuhnya sampai pada satu jarak tidak lebih dari 15 meter, itu setelah start dan tiap pembalikan. Pada titik 15 meter itu kepala harus memecahkan permukaan air. Perenang harus tetap diatas permukaan air sampai pembalikan berikutnya atau finish.

2.5. GAYA GANTI (Medley Swimming)

 

2.5.1    Dalam acara Gaya Ganti perorangan, perenang melakukan empat gaya renang, dalam urutan sebagai berikut, Gaya Kupu, Punggung, Dada dan Gaya Bebas

2.5.2    Dalam acara Estafet Gaya Ganti, para perenang melakukan empat gaya renang, dalam urutan sebagai berikut, Gaya Punggung, Dada, Kupu dan Gaya Bebas.

2.5.3.   Tiap seksi gaya itu harus diselesaikan sesuai dengan aturan yang mana digunakan untuk gaya tersebut.

 

REKOR DUNIA (World Record)

Rekord Dunia pada kolam 50 meter, yang akan dicatat untuk kedua jenis kelamin adalah pada jarak dan gaya berikut :

 

—  Gaya Bebas                 50, 100, 200, 400, 800 dan 1500 meter

—  Gaya Punggung          50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Dada                  50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Kupu                  50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Ganti                  200 dan 400 meter

 

6

—  Estafet Gaya Bebas    4 x 100 dan 4 x 200 meter

—  Estafet Gaya Ganti     4 x 100 meter

 

Rekor Dunia pad kolam 25.meter, yang akan dicatat untuk kedua jenis kelamin adalah pada jarak dan jarak berikut :

—  Gaya Bebas                 50, 100, 200, 400, 800 dan 1500 meter

—  Gaya Punggung                            50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Dada                  50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Kupu                  50, 100 dan 200 meter

—  Gaya Ganti                  200 dan 400 meter

—  Estafet Gaya Bebas    4 x 100 dan 4 x 200 meter

—  Estafet Gaya Ganti     4 x 100 meter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s